GenBI UTM — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan Ekspedisi Bakti Negeri sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 6–7 Desember 2025, dengan menjangkau Desa Junganyar, Kabupaten Bangkalan. Melalui ekspedisi ini, GenBI UTM menghadirkan rangkaian program berbasis penguatan masyarakat yang berfokus pada empat pilar utama, yakni edukasi, kesehatan, lingkungan, dan kreativitas.
Ekspedisi Bakti Negeri dirancang sebagai ruang kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat desa untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan siswa sekolah dasar, tenaga pendidik, ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran GenBI UTM di tengah masyarakat tidak hanya membawa program, tetapi juga semangat kepedulian dan partisipasi aktif.
Pada pilar edukasi, GenBI UTM menyelenggarakan program GenBI Mengajar (GEMAR) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Junganyar 1. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi, menumbuhkan semangat belajar, serta membentuk karakter siswa sejak dini.
Anggota GenBI berperan langsung sebagai fasilitator pembelajaran dengan menyampaikan materi secara interaktif, termasuk pengenalan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta pembiasaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Suasana belajar dibuat menyenangkan melalui kuis edukatif dan sesi membaca di pojok buku, yang disambut antusias oleh para siswa. Di akhir kegiatan, siswa menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus belajar.
Masih di lingkungan sekolah, GenBI UTM juga melaksanakan program GenBI Funcare, yang secara khusus menyasar siswa kelas tiga. Melalui kegiatan melukis tas kanvas, siswa diajak mengekspresikan kreativitas sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan empati. Tas kanvas hasil karya siswa kemudian menjadi simbol berbagi dan kepedulian sosial.
Sebagai bentuk penghargaan, lima karya terbaik dipilih untuk mendapatkan apresiasi khusus. Kegiatan ditutup dengan pembagian alat tulis dan makanan ringan, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kemudian pada pilar kesehatan, GenBI UTM turut mengadakan kegiatan Cek Mata Gratis bagi siswa SDN Junganyar 1, para guru, serta panitia. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini gangguan penglihatan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata.
Pemeriksaan dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pemeriksaan awal menggunakan alat Auto Refrakto Keratometer (ARK), pemeriksaan lanjutan menggunakan lensa untuk menyesuaikan kenyamanan penglihatan, serta edukasi personal terkait hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang perlu dilakukan. Antusiasme peserta terlihat tinggi, menunjukkan kebutuhan dan manfaat nyata dari layanan kesehatan ini.
Sementara itu, pada pilar lingkungan, GenBI UTM melaksanakan program Compost Your Waste pada Minggu (7/12), bertempat di Madrasah Diniyah Asy-Syafi’iyah, Desa Junganyar. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 ibu PKK dan pengasuh madrasah.
Acara diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana dan ketua umum GenBI UTM, serta doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon mangga dan alpukat kepada warga sebagai simbol dukungan terhadap penghijauan.
Dalam sesi utama, peserta menerima edukasi mengenai pengelolaan sampah organik, mulai dari pengertian kompos, manfaatnya bagi lingkungan, hingga langkah-langkah pembuatannya. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan kompos yang melibatkan perwakilan ibu PKK.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama praktik, yang kemudian diapresiasi dengan pemberian hadiah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Ekspedisi Bakti Negeri GenBI UTM berhasil menghadirkan rangkaian kegiatan yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui edukasi, layanan kesehatan, penguatan kreativitas, dan kepedulian lingkungan, GenBI UTM menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi benar-benar terlibat dalam proses pembangunan sosial di tingkat akar rumput. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, empati, dan aksi nyata mahasiswa mampu menghadirkan harapan serta perubahan di pelosok negeri.






