GenBI UTM – Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 resmi digelar di Alun-Alun Kota Surabaya pada 17–19 Juli 2026. Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur ini mengusung tema “Kopi Jawa: Merajut Rasa Lokal Indonesia di Tengah Tantangan Dunia Bisnis” sebagai upaya mendorong pengembangan kopi, rempah, dan cokelat lokal agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun global.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Jumat (17/7), diawali dengan senam pagi dan Kick Off Rupiah Java Run 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda, seperti talkshow bersama World Barista Champion 2024 Mikael Jasin, workshop Local Beans, Global Palate: Cupping & Sensory, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, Final Kopi Bersastra, atraksi budaya, serta berbagai fun games.
JCFF 2026 secara resmi dibuka melalui Opening Ceremony. Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismail, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
“Kita ingin meningkatkan produksi, kualitas, dan pemasaran kopi, teh, dan rempah-rempah di Indonesia ke level global. Dari local taste menuju global horizon, kita ingin meningkatkan kualitas produk daerah, mengembangkan berbagai inovasi, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam perdagangan dan transaksi produk unggulan,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, Sabtu (18/7), festival diisi dengan Final Flavors Innovation, Final AeroPress Competition, Final Cup Tester Competition, semifinal Kopi Bernada, serta berbagai fun games. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Band Lewong, Final Stand Up Comedy bersama Firza Falaza, pertunjukan seni tari dan ludruk, hingga penampilan musik dari Celia Noreen.
Pada hari terakhir, Minggu (19/7), JCFF 2026 menghadirkan Final Lomba Kopi Bernada, Final Latte Art Competition, berbagai mini workshop, serta fun games. Festival kemudian ditutup melalui Semarak bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang turut dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Band Letto.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan capaian penyelenggaraan JCFF 2026 selama tiga hari pelaksanaan.
“Kami sampaikan terdapat 31 komitmen pembiayaan dengan nilai yang baru tercatat Rp20 miliar dan melampaui target yang telah ditetapkan. Selain itu, terdapat 54 Letter of Intent perdagangan dengan nilai sekitar Rp67 miliar yang akan terus kami kawal hingga terealisasi menjadi perdagangan yang riil. Selama tiga hari pelaksanaan, transaksi langsung UMKM juga telah mencapai sekitar Rp1 miliar,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, berharap JCFF dapat terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem agroindustri di Indonesia.
“Ke depan, kami berharap JCFF terus berkembang menjadi katalis inovasi, hilirisasi, dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem agroindustri di Jawa. Semoga JCFF dapat terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM, serta memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi perekonomian Indonesia,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia bersama berbagai pihak diharapkan dapat terus mendorong penguatan komoditas unggulan daerah, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha melalui ekosistem agroindustri yang berkelanjutan.






