GenBI Universitas Trunojoyo Madura

Tingkatkan antisipasi bencana, GenBI UTM sukseskan Destana di Desa Banyuajuh Bersama PMI dan BPBD Bangkalan

IMG_7970

Oleh : M. Khusnun Najib Divisi PPR

Generasi Baru Indonesia Universitas Trunojoyo Madura (GenBI UTM) kembali menunjukkan  kepedulian sosialnya dengan megadakan program kerja yang sangat penting yaitu kegiatan  Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2024 di Desa  Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Bersama Palang Merah Indonesia  (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, GenBI UTM berhasil  mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka  menghadapi bencana. Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membangkitkan  semangat kolaborasi dan kesadaran akan pentingnya pengetahuan dalam situasi darurat. 

Mengapa Desa Banyuajuh? 
Desa Banyuajuh dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena rekomendasi dari pihak kecamatan  serta potensi bencana angin puting beliung yang sering terjadi di daerah tersebut. Dengan  adanya ancaman ini, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah yang harus  diambil saat bencana melanda. 

Kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan? 

Kegiatan Destana ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga simulasi praktis tentang  pertolongan pertama dan proses evakuasi. PMI dan BPBD memberikan pengetahuan yang  mendalam tentang bagaimana menangani situasi darurat. Warga diajarkan cara memberikan  pertolongan pertama kepada korban yang tertimpa pohon, pingsan, atau yang membutuhkan  bantuan segera.
Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai  teknik evakuasi dan penanganan korban. Masyarakat juga sangat antusias menanyakan tentang  pembentukan Desa Tangguh Bencana dan peran lembaga seperti BPBD dan Dinas Sosial. 

Apa dampak Positif bagi Masyarakat? 
Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Banyuajuh. Warga kini  lebih paham mengenai langkah-langkah yang harus diambil saat bencana terjadi. Mereka  merasa lebih siap dan mandiri dalam melakukan evakuasi, terutama ketika BPBD dan PMI  belum tiba di lokasi. 
Dengan pengetahuan yang didapat, masyarakat kini lebih memahami peran lembaga-lembaga  penanggulangan bencana dan fungsi masing-masing. Harapannya, Desa Banyuajuh bisa  menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan terhadap bencana. 

Kesimpulan 
Kegiatan Destana di Desa Banyuajuh menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara  komunitas, organisasi, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan bencana. Melalui  sosialisasi dan simulasi yang dilakukan, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan,  tetapi juga rasa percaya diri untuk menghadapi situasi darurat. Semoga kegiatan ini dapat terus  berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain yang terdampak bencana untuk menjadi tangguh  dalam menghadapi bencana.

Picture of Admin GenBI UTM

Admin GenBI UTM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Picture of Hi, GenBI
Hi, GenBI

Temukan Sesuatu yang Menarik? Jangan Biarkan Hanya Kamu yang Menikmatinya! Bagikan dengan Teman-Temanmu Sekarang dan Biarkan Mereka Juga Terinspirasi. Bersama, Kita Bisa Membuat Perbedaan Kecil yang Besar. Klik Bagikan dan Sebarkan Kebaikan!

Facebook
Twitter
WhatsApp
LinkedIn

GenBI UTM

Halo, Selamat datang di situs resmi GenBI Universitas Trunojoyo Madura. Silakan klik tombol di bawah ini untuk mengobrol dengan kami melalui WhatsApp.