Damarani Widyastuti Eka – Divisi Sosial Masyarakat

Bank Indonesia merupakan lembaga independen yang memiliki peran vital dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang perekonomian di Indonesia. Tanpa kehadiran Bank Indonesia, perekonomian Indonesia mungkin tidak akan semaju saat ini. Melalui berbagai kebijakan yang ditetapkan dan program yang diterapkan, Bank Indonesia telah mendorong perekonomian Indonesia untuk terus maju mengikuti perkembangan teknologi terkini.
Bank Indonesia memahami bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan salah satu faktor utama yang mendukung kemajuan perekonomian dan menjadi bagian dari peta jalan menuju Indonesia Emas 2045. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang sekitar 60% dari PDB Indonesia dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional. Bank Indonesia mendorong UMKM lokal untuk bisa go internasional dan menumbuhkan rasa bangga dan cinta masyarakat terhadap produk lokal melalui berbagai kegiatan seperti Festival Ekonomi Syariah (FesYar), Java Coffe Culture (JCC), dan lainnya. FesYar adalah acara tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan industri halal dan keuangan syariah di Indonesia. Pada FesYar 2022, tercatat lebih dari 200 UMKM berpartisipasi, dan total transaksi mencapai Rp 50 miliar. JCC adalah platform bagi UMKM kreatif berfokuskan pada coffee untuk memamerkan produk mereka, yang telah membantu banyak UMKM mendapatkan investor dan memperluas pasar mereka. Upaya tersebut bertujuan untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru dan mendorong sinergi pengembangan ekonomi daerah, sehingga terjadi perluasan akses pasar dan peningkatan nilai tambah UMKM di berbagai daerah.
Namun, UMKM menghadapi tantangan dalam akses pembiayaan dan digitalisasi. Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan skema kredit mikro dengan bunga rendah. Kemudian Bank Indonesia juga mendorong UMKM agar dapat Go Digital dan Go Export secara end to end agar dapat terbentuknya ekosistem usaha secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya hal tersebut, membuka peluang UMKM menembus pasar global dan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas yang dimiliki.
Berbagai program pemberdayaan masyarakat mulai dikembangkan dengan inovasi-inovasi baru seperti alat pembayaran digital hingga program Cinta Bangga Paham Rupiah. Bank Indonesia selalu berusaha keras untuk mencegah krisis ekonomi global seperti yang terjadi pada tahun 2008-2009, yang dapat mengganggu sistem keuangan Indonesia, menurunkan efektivitas kebijakan moneter, dan menghambat kegiatan perekonomian di Indonesia. Krisis tersebut memberikan dampak signifikan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi hingga terjadinya kontraksi ekonomi. Oleh karena itu, Bank Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Agar stabilitas keuangan tetap terjaga, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan makroprudensial dengan mendorong intermediasi yang seimbang, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain itu, mitigasi risiko secara sistematik dilakukan untuk mendorong inklusi ekonomi dan keuangan yang berkelanjutan. Menuju Indonesia Emas 2045, Bank Indonesia berencana untuk terus memperkuat ekosistem digital dan keuangan inklusif, serta meningkatkan kerjasama internasional untuk membuka pasar baru bagi produk lokal.
Selain UMKM, Bank Indonesia juga fokus pada pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi. Dengan demikian, Bank Indonesia tidak hanya menjadi pemimpin masa depan bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pilar utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.




