GenBI UTM — Divisi Lingkungan Hidup Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar program kerja Ecoaroma, yaitu pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bangkalan pada Selasa (22/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.20–13.40 WIB ini mengusung tema “Transforming Waste into Warmth, Light, and Purpose” dan diikuti oleh siswa kelas XI sebagai bagian dari pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai lilin aromaterapi, mulai dari pengenalan produk, alat dan bahan yang digunakan, hingga tahapan pembuatannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai keselamatan kerja agar proses praktik dapat berlangsung dengan aman.
Setelah pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah. Praktik dimulai dari persiapan bahan, proses pelelehan dan pencampuran, penambahan aroma, pemasangan sumbu, hingga pencetakan lilin. Selama proses berlangsung, peserta didampingi untuk memahami setiap tahapan sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan alat dan bahan.
Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung. Para siswa tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, tetapi juga mencoba memahami proses pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai materi maupun proses pembuatan lilin yang telah dipraktikkan. Sesi berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, GenBI UTM memberikan reward kepada peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan mengikuti rangkaian praktik dengan baik. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas antusiasme dan partisipasi siswa selama kegiatan.
Melalui pelatihan ini, siswa SMAN 2 Bangkalan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan dengan memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai guna serta berpotensi memiliki nilai jual.







