GenBI Universitas Trunodjoyo Madura

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Digelar di Surabaya, Perkuat Sinergi dan Transformasi Ekonomi Syariah

GenBI UTM – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi digelar di Surabaya pada 25–27 September 2026. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan tahunan Bank Indonesia ini menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di regional Jawa.

Pembukaan FESyar Jawa 2026 berlangsung di Grand City Convention and Exhibition Surabaya dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim.

Opening ceremony diawali dengan persembahan seni yang mengangkat perjalanan peradaban Nusantara dan perkembangan Islam di tanah Jawa. Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan tradisi Nusantara, aktivitas perdagangan di pesisir utara Jawa, proses akulturasi, hingga perkembangan peradaban Islam. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 102–104 dan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. Kiai Haji Asef Saifuddin Halim, M.A.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti pentingnya penguatan ekosistem halal di Jawa Timur. Ia mendorong agar sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan ketentuan, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar produk UMKM. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur yang mencakup sekitar 1,8 juta produk.

“Penguatan sertifikasi perlu berjalan bersama pengembangan ekosistem halal agar semakin banyak produk Jawa Timur memiliki peluang memasuki pasar yang lebih luas,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menekankan pentingnya keberlanjutan dampak FESyar bagi pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari transaksi, kemitraan, inovasi, dan perluasan pasar yang dapat terus berkembang setelah acara berakhir.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia agar potensi pasar global dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia juga menyoroti pengembangan sektor keuangan syariah di samping pertumbuhan modest fashion dan produk halal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim turut menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat dalam pengembangan ekonomi syariah, mulai dari masyarakat Muslim, jaringan pesantren, UMKM, hingga basis industri dan pasar yang luas.

Selama tiga hari pelaksanaan, FESyar Jawa 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan. Pada Jumat (25/9), kegiatan diisi dengan The 5th International Conference on Islamic, Economics, Business & Philanthropy (ICIEBP), business coaching & business matching pembiayaan, lomba robotik, talkshow, lomba kaligrafi, hingga tabligh akbar.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Sabtu (26/9) dengan business coaching & business matching perdagangan, seminar Fashion dan pelantikan Pengurus MES Jatim 2026–2031, Lomba OESN, talkshow optimalisasi dana ZISWAF, Dakwah FESyar, fashion show, kajian legasi, serta lomba hadrah. Sementara pada Minggu (27/9), kegiatan dilanjutkan dengan Wakaf Fun Walk, talkshow halal lifestyle, penguatan literasi keuangan syariah, lomba tahfidz, hingga Closing Ceremony.

Selain menjadi ruang edukasi dan literasi, FESyar Jawa 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM syariah untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas akses pembiayaan dan pasar melalui showcase UMKM dan kegiatan business matching.

Pada penutupan yang berlangsung di Grand City Surabaya, Ibrahim menyampaikan sejumlah capaian FESyar Jawa 2026 yang melampaui ekspektasi. Business matching pembiayaan mencatat komitmen sebesar Rp37,6 miliar, meningkat dibandingkan Rp29,66 miliar pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Sementara itu, business matching perdagangan mencatat realisasi transaksi sebesar Rp43,26 miliar.

“Alhamdulillah, Fesyar Regional Jawa Tahun 2026 ini terlaksana dengan hasil yang terus terang melampaui ekspektasi kami, berkat dukungan sinergi bersama kita semua,” ujar Ibrahim.

Partisipasi pelaku usaha juga tercatat meningkat dengan melibatkan 270 UMKM syariah. Kegiatan business matching menghasilkan 242 konsultasi one-on-one meeting untuk membantu memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku UMKM syariah.

Secara keseluruhan, FESyar Regional Jawa 2026 diikuti lebih dari 26.000 pengunjung melalui berbagai rangkaian kegiatan. Sementara itu, program wakaf dalam festival turut menghimpun dana sebesar Rp17,39 juta melalui WAKAFein dan Rp43 juta melalui Wakaf Fun Walk.

Berakhirnya FESyar Regional Jawa 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di regional Jawa. Melalui penguatan UMKM, sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, pengembangan industri halal, serta transformasi digital, rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

IMG 20260928 WA0050 scaled
IMG 20260928 WA0019 scaled
IMG 0387 scaled
Picture of Admin GenBI UTM

Admin GenBI UTM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Picture of Hi, GenBI
Hi, GenBI

Temukan Sesuatu yang Menarik? Jangan Biarkan Hanya Kamu yang Menikmatinya! Bagikan dengan Teman-Temanmu Sekarang dan Biarkan Mereka Juga Terinspirasi. Bersama, Kita Bisa Membuat Perbedaan Kecil yang Besar. Klik Bagikan dan Sebarkan Kebaikan!

Facebook
Twitter
WhatsApp
LinkedIn

GenBI UTM

Halo, Selamat datang di situs resmi GenBI Universitas Trunojoyo Madura. Silakan klik tombol di bawah ini untuk mengobrol dengan kami melalui WhatsApp.