GenBI UTM – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025 resmi digelar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, 12–14 September 2025. Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional”, ajang tahunan yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah di tingkat regional sekaligus menjadi gerbang menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Pembukaan berlangsung pada hari Jumat pagi (12/9) di Ballroom Al-Marwah, Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya. Acara diawali dengan pemutaran video ucapan selamat dari sejumlah pejabat daerah, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Banten Andra Soni, dan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung.
Pembukaan juga diwarnai dengan santunan anak yatim yang didampingi Khofifah beserta jajaran. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan tari dari Sanggar Praginaging, acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Ketua Badan Pelaksana Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, M. Sudjak, menyampaikan doa, disusul sambutan Kepala Perwakilan BI Jawa Timur (Jatim), Ibrahim.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menegaskan bahwa FESyar bukan sekadar seremoni.
“FESyar adalah wadah gerakan kita bersama, baik otoritas, pelaku usaha, maupun masyarakat. Ada tiga pilar yang kita usung, yaitu halalan, siaga, dan cemerlang. Semua kegiatan kita bungkus dalam satu gerbang, sinergi amanah, tumbuh, unggul,” ujarnya (12/9).
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, menambahkan bahwa FESyar menjadi rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
“Tahun ini FESyar digelar di tiga kawasan: Sumatera, Kawasan Timur Indonesia, dan Jawa. Jawa Timur menempati posisi strategis karena memiliki pesantren terbanyak dan kontribusi ekonomi terbesar kedua di Jawa,” ucapnya.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga turut memberikan sambutan yang menyoroti pentingnya penguatan industri halal.
“Kami mendorong agar Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) bersertifikat halal, termasuk UMKM. Tantangan kita memang ada di sertifikasi halal produk kecil,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Ia juga menekankan potensi ekspor.
“Indonesia berpeluang besar menjadi pemasok kebutuhan haji dan umrah. Saat ini kita menempati peringkat ketiga dalam indikator ekonomi syariah global,” imbuhnya.
Rangkaian hari pertama diisi dengan Business Coaching dan Business Matching Pembiayaan, Seminar Flagship, serta lomba dan hiburan. Di antaranya Make Up Challenge, Kajian Senja bersama Ustaz Hanan Attaki, Lomba Qasidah Rebana pada malam hari, serta Talkshow Pertama di Ballroom Al-Marwah.
Pada Sabtu (13/9), FESyar dibuka dengan kegiatan donor darah dan lomba mewarnai sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Business Coaching dengan fokus perdagangan. Sementara di Ballroom Al-Marwah, berlangsung Gerakan Sadar Wakaf, Talkshow Kedua tentang Halal Lifestyle, dan Talkshow Ketiga tentang Sustainable Fashion bersama Natasha Rizky.
Di sisi lain, Lomba Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) dan Lomba Dakwah meramaikan mini stage. Malam harinya, digelar Tabligh Akbar bersama Gus Kautsar dan KH. Hafidzul Hakim Noer yang menghadirkan ribuan jamaah di ruang utama masjid.
Acara festival dilanjutkan pada hari terakhir, Minggu (14/9) yang diawali dengan acara Fun Walk dari halaman Masjid Al-Akbar, dilanjutkan Lomba Tahfidz Anak dan Lomba Da’I Cilik. Sementara di Ballroom Al-Marwah, digelar Talkshow Keempat tentang Penguatan Jaminan Produk Halal yang kemudian dilanjutkan dengan Talkshow Kelima tentang Optimalisasi Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf (Ziswaf). Kompetisi Wirausaha Muda Syariah turut digelar di mini stage teras pada waktu yang sama.
Acara festival kemudian ditutup dalam acara Semarak FESyar pada Minggu sore (14/9). Ibrahim selaku Kepala Perwakilan BI Jatim melaporkan capaian festival.
“FESyar tahun ini menghadirkan 203 UMKM syariah, 13 kompetisi tingkat Jawa, dan menarik lebih dari 49 ribu pengunjung. Transaksi penjualan mencapai Rp6,8 miliar,” ujarnya.
Ia berharap konsistensi, inovasi, dan sinergi terus menjadi kunci keberlanjutan festival.
Selain itu, tiga zona “KHAS” (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) resmi diluncurkan, yaitu Wisata Kuliner Glada Serang Probolinggo, Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Kampus B, dan Kantin Gedung Olahraga (GOR) Unair Kampus C. Sepuluh sertifikat halal juga diberikan kepada pelaku usaha, ditambah penghargaan Syariwa Award bagi unit usaha berkomitmen halal.
Gubernur Khofifah dalam sambutan penutupnya kembali menekankan pentingnya sertifikasi halal.
“Bukan hanya makanan dan minuman, tapi juga produk budaya seperti batik. Halal harus kita perluas agar ekonomi syariah makin berdaya saing,” tuturnya.
Dengan capaian transaksi, jumlah pengunjung, serta keterlibatan berbagai pihak, FESyar Regional Jawa 2025 membuktikan bahwa sinergi ekonomi syariah di tingkat regional dapat terwujud nyata. Festival ini tidak hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi syariah sebagaimana tema yang diusung.






